“Eh, San”, Muncul BBM dari rekan kerja
saya,”Define me in one word”, lanjutnya.
Mau nggak mau saya harus berhenti sejenak menikmati kuah bakso malam ini. Saya membalas BBM-nya asal,
“Lucu”. Sejujurnya saya nggak terlalu memikirkan balasan yang baru saja saya
kirimkan, justru yang sedang menari di pikiran saya adalah pertanyaannya itu. Apa
yang mendasari munculnya survey penilaian spontan tersebut.
“Apa tujuanmu ngumpulin pendapat orang
tentang dirimu?”, telisik saya,”Aneh”.
“Gak ada tujuan apa-apa”, jawabnya,
“Cuman pengen ngumpulin kata-kata dari banyak orang.
“Trus buat apa?”
“Kagak, iseng aja. Siapa tahu ada yang
jelek, ntar dirubah”, lanjutnya.
Entahlah, jawaban itu iseng atau serius.
Bisa jadi dia berniat untuk mendapatkan data yang akurat terkait dengan
keberadaan dirinya di antara teman-temannya. Tentu saja akan melegakan hati
ketika hasil surveynya cenderung mengatakan bahwa teman saya ini baik dan hanya
sebagian kecil saja yang menjawab buruk. Tapi bagaimana bila hasil surveynya
mengatakan sebaliknya?