Sabtu, 28 Mei 2011

Saya Hanya Iri


“Hayo…”, canda saya ketika masuk ke kamarnya,”Kado buat siapa nih. Cantik bener kadonya”, saya amati kotak kecil yang dibungkus dengan warna yang cantik.
“Siapa aja boleh”, sahutnya sambil tertawa.
“Aha, pasti buat ceweknya nih”, telisik saya.
“Yang jelas buat the special one”, sahutnya tertawa sambil memutar-mutar kadonya, memastikan bahwa semuanya telah terbungkus dengan rapi.
“Mau dikasih langsung atau via pos Mas?”,  saya lihat kembali kado biru muda yang masih diputar dengan senyum terkembangnya.
“Pake pos lah”, sahutnya,”Kan jauh”, lanjutnya.

Sabtu, 21 Mei 2011

Digenggam Saja Nak Harapanmu


Bulan Mei. Ya, saya merasakan bahwa emosi saya di bulan ini sangat kacau. Saya tidak tahu, kenapa rutinitas yang saja lakukan hanya berlalu begitu saja dan setelah itu selesai. Memulai aktivitas baru dan setelah itu selesai. Semuanya berjalan dan berlalu. Saya mulai mengingat, peristiwa Selasa dua pekan yang lalu ketika saya sampai di bandara Sukarno-Hatta jam 3.30 dini hari.
“Mas”, mulai sopir taksi setelah hampir dua puluh menit hanya saling diam dan saya masih dalam lamunan saya. ”Sudah hampir sampai terminal tiga”, lanjutnya.
“Oh, iya pak”, sadar saya dengan keterkejutan setelah lamunan saya yang melayang.
“Ini paling pagi Mas. Pake uang yang pas saja ya Mas”, masih dengan gerakan terampilnya mengendalikan mobil di jalanan menikung bandara sambil sesekali memandang kaca spion di atasnya.
“Belum ada kembalian soalnya Mas. Ini Masnya yang pertama naik”, lanjutnya.

Minggu, 08 Mei 2011

Hanya Butuh Meminta Saja

Entah berapa kali saya melihat, dan berpapasan dengan laki-laki itu semenjak kepindahan saya di kota ini. Berkali pagi saya menjumpainya di persimpangan gang masih dengan sarung dan kausnya duduk di atas kursi roda. Sekilas saja, tak ada sapa, tak ada senyum, apalagi salam, dan saya pun masih denganlangkah kaki saya menuju tempat kerja.
Ahad. Biasa, untuk pekerja seperti saya, waktu libur Sabtu-Ahad saya gunakan untuk sedikit melepas lelah -kalau nggak mau dikatakan bermalas-malasan-. Pagi tadi cuaca sepertinya agak kurang mendukung untuk keluar, kadang gerimis, kadang juga reda. Tidak biasanya juga saya rajin menghadiri kajian di masjid. Tapi

Selasa, 12 April 2011

Memilih Warna Pakaian

Seingat saya, ini adalah note pertama saya semenjak saya mulai dipindahtugaskan di Jakarta. Bisa jadi hampir dua bulan saya tidak pernah duduk sejenak untuk merenung dan melamun. Bisa jadi juga dalam dua bulan itu ritme hidup berubah drastis dan baru pelan-pelan bisa dinikmati kembali. Ya, butuh setidaknya dua bulan untuk mencoba menikmati ritme yang baru. Jelas, bukan mengatur ritme, karena bagi saya mengatur ketat ritme hidup, berarti memperlama diri untuk bisa menikmati ritme. Opsi yang saya pilih adalah menikmati ritme yang tercipta di sini dengan melakukan tambalan di sana dan di sini.

Minggu, 06 Februari 2011

Puisi Habibie Untuk Ainun

Sebenarnya saya berusaha agar blog ini murni dari tulisan-tulisan yang saya buat. Tapi, kali ini tak ada alasan bagi saya untuk tidak membagi sesuatu yang luar biasa ini (menurut saya), yaitu puisi Habibie untuk Ainun. Semoga menjadi inspirasi tersendiri bagi setiap kita untuk memaknai kesetiaan.

Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu, bukan itu.
Karena, aku tahu bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya,
dan kematian adalah sesuatu yang pasti,
dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi, aku sangat tahu itu.

Sabtu, 05 Februari 2011

Tidak ada Kekaguman Saya pada Mereka

Pada awalnya saya tidak merasakan suatu hal spesial dalam penggalan perjalanan saya di tempat itu. Akan tetapi kondisi yang saya alami saat ini memaksa saya untuk menuliskannya di note pendek ini. Tidak ada kekaguman saya pada mereka. Tidak ada sesuatu yang membuat saya mengidolakan mereka karena mereka awalnya memang biasa saja, berasal dari keluarga biasa, dan melakukan hal-hal yang sepatutnya dilakukan orang pada umumnya.
Akan tetapi yang membuat saya terinspirasi adalah beberapa moment perjalanan saya bersama mereka. Kenapa tidak dari dulu saya menuliskannya?Karena baru saat ini saya merasakan. Memang